Jalan Pertama Menuju Tuhan Allah SWT
Saya Pernah Menduga Bahwa Jalan Pertama Menuju Kepada Allah SWT Adalah Taubat, Ternyata Bukan. Tetapi jalan Pertama Menuju Kepada Allah SWT ialah Ilmu Dan Ma'rifat. Tentu Dalam Kadar Yang Masih Seadanya, Karena Tanpa Ilmu Dan Ma'rifat, Kita Tidak Akan Tahu Cara Bagaimana Supaya Sampai Kepada Tuhan yang Di Tuju, Bahkan Tanpa Marifat Kita Tidak Tahu Siapa Tuhan Yang Seharusnya Di Sembah.
Jangan-jangan Apa yang Ada Didalam Pikiran Kita Tentang Tuhan, Ternyata Bukan Tuhan Yang Semestinya. Sehingga Selama Ini Ibadah Kita Telah Tertipu Oleh Pikiran Kita Sendiri.
Maka Dari Itu, Mencari Ilmu Itu Wajib
Untuk itu, kita harus membekali diri dengan
ilmu Dan Marifat. Sebab, beribadah tanpa bekal ilmu adalah sia-sia, karena ilmu adalah pangkal
dari segala perbuatan. Sabda Nabi Muhammad SAW ' Tholabul Ilmi Faridhoh... Dan Awaluddin Wal Marifat. Awal Agama Adalah Marifat.
Bagaimana mungkin menjalankan ibadah secara benar, jika tidak tahu caranya. Perhatikan sabda Rasulullah SAW.: Ilmu adalah imamnya amal, dan amal adalah makmumnya.
Ada kalanya seseorang terus melakukan perbuatan yang dianggapnya baik, padahal perbuatan tersebut rusak tidak sesuai dengan syariat yang benar. Sedang orang itu sendiri tidak merasa bersalah.
Jika seseorang beribadah sebagaimana ibadahnya malaikat tujuh lapis di langit dengan tidak didasari ilmu; orang itu termasuk golongan yang merugi, sebab tidak akan memperoleh pahala.
Jadi, Mencari Ilmu itu hal Yang Utama, Nabi Muhamad SAW Bersabda ; Menuntut Ilmu Itu Hukumnya Fardhu.
Waspadalah Bagi Pencari Ilmu
Abu Yazid al-Bustharni Rahimahullah berkata, "Saya telah ber-mujahadah selama tigapuluh tahun. Namun, tidak menemukan perjuangan yang lebih sulit daripada menuntut ilmu dan mencegah bahayanya.
Harus Di ketahui juga bahwa ; Barangsiapa bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah amalannya. berarti ia bertambah jauh dari Allah.
Baraggsiapa menuntut ilmu hanya untuk menarik perhatian orang lain, atau agar dapat bergaul dengan orang-orang besar, atau ingin lebih tinggi dan orang lain, atau mungkin untuk mengejar kekayaan, maka dalam perdagangannya akan mengalami hancur. Sebab, ilmunya tidak akan bermanfaat, dan perhitungan niaganya akan merugi.
Rasulullah SAW. bersabda: Barangsiapa menuntut ilmu dengan maksud untuk bersaing dengan para ulama atau untuk ber-mujadalah dengan orang-orang jahil, atau untuk menarik perhatian orang lain, maka ia akan masuk neraka.
Jika seseorang beribadah sebagaimana ibadahnya malaikat tujuh lapis di langit dengan tidak didasari ilmu; orang itu termasuk golongan yang merugi, sebab tidak akan memperoleh pahala. Hanya lelah yang ia peroleh.
Adapun Yang Harus Di pelajari ialah Ilmu Tauhid, Untuk Mengenal Yang Disembah Yang Maha Mutlak, Ilmu Qolbu Untuk Menyempurnakan Ibadahnya, Dan Ilmu Fiqih Untuk Mengetahui Tata Cara Yang Di Contohkan Rasulillah SAW.
Keutamaan Ilmu Dalam Ibadah
Nabi SAW. pernah bersabda:
Kelebihan orang yang berilmu atas orang yang menjalankan
ibadah, ibarat kelebihanku atas orang yang paling rendah di antara
umatku. (H.R. al-Haris bin Abu Uzamab dari Abu Said al-Kbudri).
Sabda Rasulullah berikut ini: Sekali melihat wajah orang berilmu, bagiku lebih suka daripada beribadah satu tahun, rajin berpuasa, dan menjalankan shalat malam. Tentunya, adalah orang berilmu yang mau mengamalkannya.
Sabda Rasulullah SAW. yang lain: Apakah kalian tahu, siapakah yang paling mulia di antara penghuni surga? Para sahabat menjawab, "Bahkan kami ingin mengetahui hal itu, ya Rasulullah!" Rasulullah menjawab, "Yaitu para ulama, orang-orang berilmu, dan umatku."
Jelas sudah, bahwa ilmu itu ibarat permata, dan lebih utama dari ibadah. Namun demikian, tidak boleh meninggalkan ibadah, kita harus beribadah dengan disertai ilmu.
Agar berhasil dan benar dalam beribadah. Harus diketahui
terlebih dahulu siapa yang. harus disembah, baru kemudian kita menyembahnya.
Apa jadinya, yang kita sembah ltu belum kita
ketahui asma dan sifat-sifat dzat-Nya, serta sifat bagi-Nya? terkadang seseorang mengitikadkan sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.
Maka, ibadah yang demikian itu akan sia-sia.
Itulah sebabnya ilmu merupakan inti (pokok) yang harus didahulukan dan
diikuti oleh ibadah. Agar berhasil dalam menjalankan ibadah. Sebab, ibadah tanpa ilmu
akan dihinggapi banyak penyakit yang dapat merusaknya. Misalnya Mengetahui dulu dzat
yang harus disembah, baru kemudian menyembahnya. Tanpa mengetahui itu dapat
menimbulkan suul khatimah (mati tidak dengan beriman kepada Allah), dan itu
membuat ibadahnya sia-sia.
Bersama KH Syarif Rahmat RA, SQ, MA
Simak Tausiyah Beliau Ini : https://youtu.be/VbXSIBuAMt8