Masjid Perspektif Sejarah Dan MUI



FUNGSI MASJID MENURUT ULAMA 

Hampir setiap muslim melaksanakan sholat lima waktu. Sejak baligh hingga usia dewasa, bahkan sampai usia lanjut, kita telah mengulang gerakan sholat ribuan kali. Kita berdiri, rukuk, sujud, duduk, lalu mengucapkan salam. Dalam tradisi Islam, masjid bukan sekadar tempat shalat. Para ulama menjelaskan bahwa masjid memiliki beberapa fungsi utama:

Tempat ibadah dan penghambaan kepada Allah

Fungsi paling utama adalah shalat, dzikir, membaca Al-Qur'an, doa, dan berbagai bentuk taqarrub kepada Allah.

Pusat pendidikan dan ilmu

Sejak masa Rasulullah ï·º, masjid menjadi tempat belajar Al-Qur'an, hadis, fikih, akhlak, dan pembinaan umat.

Tempat pembinaan akhlak dan spiritual

Masjid mendidik manusia agar tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga bersih hati, kuat iman, dan baik akhlaknya.

Pusat persatuan umat

Di masjid, perbedaan status sosial menjadi kecil. Kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, semuanya berdiri dalam satu shaf menghadap Allah.

Pusat pelayanan sosial

Tradisi masjid sejak zaman Nabi juga berkaitan dengan kepedulian terhadap fakir miskin, musafir, orang yang membutuhkan, dan kepentingan masyarakat.

Secara Historis

Pada masa Rasulullah ï·º, Masjid Nabawi berfungsi sebagai pusat kehidupan umat. Masjid menjadi tempat ibadah sekaligus tempat pendidikan, musyawarah, pembinaan masyarakat, pelayanan sosial, dan berbagai urusan kemaslahatan umat.

Karena itu, konsep masjid dalam Islam jauh lebih luas daripada sekadar “bangunan tempat shalat.”

Perspektif MUI

Dalam berbagai pembahasan dan pedoman tentang kemasjidan, MUI menempatkan masjid sebagai bagian penting dari pembinaan umat dan kemaslahatan masyarakat. Masjid idealnya menjadi pusat:

ibadah → pendidikan → dakwah → pembinaan umat → persatuan → pelayanan sosial.

Jadi, secara sederhana:

Masjid bukan hanya tempat manusia datang kepada Allah, tetapi tempat manusia dibentuk agar hidupnya kembali sesuai dengan kehendak Allah.

Terbaru