FUNGSI MASJID MENURUT ULAMA
Tempat ibadah dan penghambaan kepada Allah
Fungsi paling utama adalah shalat, dzikir, membaca Al-Qur'an, doa, dan berbagai bentuk taqarrub kepada Allah.
Pusat pendidikan dan ilmu
Sejak masa Rasulullah ï·º, masjid menjadi tempat belajar Al-Qur'an, hadis, fikih, akhlak, dan pembinaan umat.
Tempat pembinaan akhlak dan spiritual
Masjid mendidik manusia agar tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga bersih hati, kuat iman, dan baik akhlaknya.
Pusat persatuan umat
Di masjid, perbedaan status sosial menjadi kecil. Kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, semuanya berdiri dalam satu shaf menghadap Allah.
Pusat pelayanan sosial
Tradisi masjid sejak zaman Nabi juga berkaitan dengan kepedulian terhadap fakir miskin, musafir, orang yang membutuhkan, dan kepentingan masyarakat.
Secara Historis
Pada masa Rasulullah ï·º, Masjid Nabawi berfungsi sebagai pusat kehidupan umat. Masjid menjadi tempat ibadah sekaligus tempat pendidikan, musyawarah, pembinaan masyarakat, pelayanan sosial, dan berbagai urusan kemaslahatan umat.
Karena itu, konsep masjid dalam Islam jauh lebih luas daripada sekadar “bangunan tempat shalat.”
Perspektif MUI
Dalam berbagai pembahasan dan pedoman tentang kemasjidan, MUI menempatkan masjid sebagai bagian penting dari pembinaan umat dan kemaslahatan masyarakat. Masjid idealnya menjadi pusat:
ibadah → pendidikan → dakwah → pembinaan umat → persatuan → pelayanan sosial.
Jadi, secara sederhana:
Masjid bukan hanya tempat manusia datang kepada Allah, tetapi tempat manusia dibentuk agar hidupnya kembali sesuai dengan kehendak Allah.
